Tell Me WHY?

Cast :

Lee Sungyeol (Infinite)

Kim Raya (OC)


“Kita akhiri saja.” Ucap gadis yang kini berdiri di depan Lee Sungyeol.

“Tapi Kenapa? A-apa ini karena aku terlambat lagi menemuimu? Mian aku benar benar terlalu lelah hingga terbangun kesiangan.”

Gadis itu terdiam. Mencoba mencari kata yang tepat dan pas untuk diungkapkan.

“Aku rasa sudah sebaiknya aku berhenti bermain main dengan lelaki sepertimu.” Gadis itu memilin gaunnya resah.

“M-mwoya? Bermain main?”

Gadis itu menunduk.

“Maaf.”  kata terakhirnya sebelum akhirnya sang gadis pergi.

***

Bingung. Itu yang kini dirasakan Lee Sungyeol. Semuanya terasa berlalu dengan sangat cepat hingga dia tidak mampu untuk mengejarnya lagi.  Jarak antara taman dan rumah yang hanya 60m terasa bagaikan tak berujung.

“Hyung, kajja kita bermain basket ditaman…” ajak adiknya Lee Sungjong yang hanya dibalas tatapan kosong oleh Sungyeol.

“Mwoya? Kenapa ekspresimu seperti mayat hidup hyung? Mengerikan!” timpal Sungjong yang merasa sangat asing dengan keadaan hyungnya yang pagi tadi bersemangat menuju taman tapi kembali dengan keadaan yang kacau.

“Arasseo aku akan pergi sendiri.” Putus Sungjong. Rasanya percuma berbicara pada hyungnya saat ini. Apa yang dia katakan tidak ditanggapinya. Sementara yang diajak bicara malah diam tanpa ekspresi ditambah tatapan kosong yang membuat orang melihatnya seolah olah sedang berhadapan dengan mayat hidup.

Sungyeol mengitari seisi kamarnya dan melihat lihat jejak jejak peninggalan kehidupannya yang bahagia dengan gadis itu. Matanya menangkap sebuah frame yang berisi fotonya bersamanya. Matanya sedikit berkaca kaca mengingat keterlambatannya yang membuat dia kehilangan gadis yang selalu ada untuknya.

“Wae Raya-ya? Neon wae?” tanyanya pada gambar sang gadis.

Potret wajah yang dipandangnya masih tetap seperti tadi. Memancarkan senyum tulus dan menawan.

“Apa karena aku tidak memiliki banyak waktu untukmu sehingga kau memilih pergi?” tambhnya lagi seraya memegang frame foto itu. Sungyeol terisak pelan. Air matanya perlahan jatuh dan semakin banyak seiring suara isakan tertahan yang cukup keras. Lee Sungyeol menangis.

“Apakah kau menemukan pria lain yang lebih baik dan lebih tampan dariku?” tanyanya lagi. Kali ini tangannya memegang fotonya dan Raya yang sedang berpandangan mesra sedangkan sebelah tangannya menggenggam korek api.

“Geurae, uri keumanhaja.” Putusnya kemudian sambil mengusap airmatanya dengan kasar. Tangannya segera mengarahkan jari jarinya untuk melepas foto itu dari framenya dan menyobek setiap foto yang  berwajah Raya. “Kalau begitu aku akan membiarkanmu terbakar api yang kau sulut.” Geramnya dan kemudian membakar fotonya dan meninggalkannya menjadi abu.

***

“Hyung, Raya mencarimu.” Kata Sungjong tiba tiba mengejutkannya bersamaan dengan gadis yang tadi memutuskan hubungan mereka.

“Sungyeol oppa… saengil chuk-ae…” ucapan Raya terhenti dan kue yang dipegangnya meluncur dengan mulus kelantai dan berceceran.

Didepan mata gadisnya tampak jelas bahwa abu yang ada di kamar Sungyeol akibat potretnya bersama Sungyeol yang dibakar Sungyeol karena kesal. Terlihat dari ruangan yang berantakan dan potret yang biasanya terpajang rapi dan kini framenya telah bercecer dilantai.

Sungyeol terdiam. sedikit shock dan idak menyangka kalau gadisnya akan kembali dan memberikan kejutan ulang tahun untuknya.

“Raya?”

Gadis itu berpaling lagi dan menangis. Merasa bersalah dan tersakiti karena rencana kejutannya yang malah membuat Sungyeol marah dan mengira bahwa sandiwara itu adalah nyata.

Ikut merasa adanya kesalah pahaman, Sungyeol mengejar Raya hingga dilihatnya Raya yang menangis tersedu di pinggiran halte. Dan saat Sungyeol ingin menghampirinya, sebuah motor berhenti didepannya. Sosok yang menaiki motor itu mendekat pada Raya dan memeluknya.

“Raya Andwae!” Sungyeol berteriak frustasi. Dan saat dilihatnya lagi, sosok namja yang dikenalnya bernama Hoya itu menggandeng Raya dan melirik menunjukkan wajah kemenangannya. Dan sekali lagi membuar Sungyeol berteriak frustasi.

***

“Oppa, wae geurae?” sesosok gadis berparas cantik dan lembut menepuk pundaknya. Gadis itu Kim Raya.  Gadis yang tadi dilihatnya berlari meninggalkannya kini duduk disampingnya. Dan baru disadarinya bahwa dia tidak berada di jalan namun berada di kamarnya sendiri.

“Oppa waeyo? Dari tadi oppa berteriak ‘Raya Andwae! Raya Andwae’. Sampai membuatku dan Sungjong oppa panik. Apa oppa memimpikan hal yang buruk terjadi padaku?” tanya Raya dengan wajah paniknya.

Dan seketika Sungyeol memeluk gadisya dengan erat seolah tak ingin melepaskannya.

“Aku berjanji tidak akan terlambat lagi. Dan aku janji tidak akan membiarkanmu berada dalam pelukan lelaki lain kecuali diriku.”

Sang gadis mengangguk pelan seraya membalas pelukan kekasihnya.

“Ehem…” suara bass lain membuyarkan imajinasi romantis Lee Sungyeol bersama gadisnya.

Gadisnya tersenyum kecil. Wajahnya memerah seolah malu karena dilihat sedang memeluk seorang lelaki di depan lelaki lain.

Sungyeol menatab gadisnya dengan bingung.

“Lee Howon. Howon oppa yang kemarin menjemputku di sekolah.”

“Annyeonghaseyo. Lee Howon imnida.” Salam Howon sambil mengulurkan tangan kanannya untuk menjabat tangan Sungyeol yang dibalasanya dengan sedikit malas.

“Oppa belum bersiap. Aku sudah menduganya tadi. Karna itu aku meminta Howon oppa untuk mengantarku kemari. Dan Sungjong langsung berkata panik kalau dari tadi oppa mengigau dan mamanggil namaku. Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Raya beruntun.

“Ani. Hanya mimpi buruk biasa.” Jawab Sungyeol sambil tersenyum ceria seperti biasanya.

“Benarkah begitu? Hm… kalau begitu ada yang harus kukatakan pada oppa. Aku akan segera berangkat ke Australia. Dan oppa sudah tau tentang hal itukan?”

“Nae? Kapan kau mengatakannya? Apa harus sekarang? Tapi kenapa sekarang?” tiba tiba saja mimpi yang barusan mengingatkannya lagi.

“Raya, oppa akan menunggumu diluar.” Kata Lee Howon lalu meninggalkan kamar Lee Sungyeol.

“Apa oppa masih belum bangun? Aku akan pergi bulan depan. Bukan hari ini.”

“Jinja? Syukurlah. Mianhae karena aku lupa dengan jadual keberangkatanmu ke Australia.”

“Gwenchanayo oppa. Dan Saengil chukae oppa.” Ucap Raya lalu mengecup pipi Sungyeol kilat dan seketika wajah keduanya memerah karena malu. “Saranghaeyo.” Lirihnya.

“Nado.” Balas Sungyeol.

Beberapa saat kemudian keduanya berpandangan dan wajah mereka mendekat.

Fin.